Make your own free website on Tripod.com
 
 
Langkah-langkah untuk Berdamai dengan Allah
 
Langkah Pertama
Tujuan Allah: Damai dan Kehidupan
Allah mengasihi Saudara dan ingin agar Saudara mengalami damai dan kehidupan --
secara berkelimpahan dan abadi
 
Alkitab mengatakan...
"...kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus." -- Roma 5:1.
 
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." -- Yohanes 3:16

"...Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." -- Yohanes 10:10b

Mengapa kebanyakan orang tidak memiliki damai dan hidup yang berkelimpahan yang telah Allah rencanakan untuk menjadi milik kita ini?
 
Langkah Kedua
Masalah Manusia: Keadaan Kita yang Terpisah dari Allah
Allah menjadikan kita menurut gambar-Nya sendiri yakni memiliki hidup yang berkelimpahan. Ia tidak menjadikan kita seperti robot yang secara otomatis mengasihi dan menaati-Nya. Allah mengaruniakan kehendak kepada kita serta kebebasan untuk memilih.
 
Kita memilih untuk tidak menaati Allah dan sengaja mengikuti jalan kita sendiri. Sampai saat ini kita masih mengikuti pilihan seperti itu. Ini mengakibatkan manusia terpisah dari Allah.

Alkitab mengatakan...
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." -- Roma 3:23

"Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." -- Roma 6:23

Usaha Kita untuk Menjangkau Allah
Manusia telah berusaha melalui pelbagai cara untuk menjembatani jurang pemisah antara mereka dengan Allah...

Alkitab mengatakan...
"Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." -- Amsal 14:12

"Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." -- Yesaya 59:2
 
Tidak ada jembatan yang dapat mencapai Allah...kecuali satu.
 
Langkah Ketiga
Jembatan Ilahi: Salib
Yesus Kristus mati di atas Kayu Salib dan bangkit dari kubur. Ia telah membayar hukuman karena dosa kita dan menjembatani jurang pemisah antara Allah dengan manusia.

Alkitab mengatakan...
"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus" -- 1 Timotius 2:5

"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam

keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh." -- 1 Petrus 3:18

"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." -- Roma 5:8

Allah telah menyediakan satu-satunya jalan. Setiap orang harus menetapkan pilihan.
 
Langkah Keempat
Sambutan Kita: Menerima Kristus
Kita harus percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat
serta menerima-Nya melalui undangan secara pribadi.
 
Alkitab berkata...
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." -- Wahyu 3:20

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya." -- Yohanes 1:12

"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." -- Roma 10:9

Di manakah Saudara saat ini?
Maukah Saudara menerima Yesus Kristus saat ini juga?

Inilah cara bagaimana Saudara dapat menerima Kristus:
1. Akuilah kebutuhan Saudara (saya adalah orang berdosa).
2. Hendaklah Saudara bersedia untuk meninggalkan dosa-dosa Saudara (bertobat).
3. Percayalah bahwa Yesus Kristus telah mati di atas Kayu Salib ganti Saudara dan bangkit dari kubur.
4. Dengan berdoa, undanglah Yesus Kristus untuk masuk ke dalam hidup Saudara dan menguasainya melalui Roh Kudus (terimalah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat Saudara).
 
Bagaimana Berdoa:
Tuhan Yesus,
Saya tahu bahwa saya adalah orang berdosa dan memerlukan pengampunan-Mu. Saya percaya bahwa Engkau telah mati
karena dosa-dosa saya. Saya mau berpaling dari dosa-dosa saya. Sekarang saya mengundang Engkau ke dalam hati dan hidup saya. Saya ingin percaya dan mengikuti Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat saya.
Dalam nama Yesus. Amin.

Jaminan Allah: Firman-Nya
Jika Saudara berdoa seperti rumusan doa ini,

Alkitab berkata...
"Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." -- Roma 10:13

Apakah Saudara dengan tulus minta Yesus Kristus memasuki kehidupan Saudara? Di manakah Ia saat ini? Apakah yang telah diberikan-Nya kepada Saudara?

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." -- Efesus 2:8,9

Dengan menerima Kristus, kita dilahirkan ke dalam keluarga Allah melalui karya adikodrati Roh Kudus yang tinggal dalam
kehidupan tiap orang percaya. Ini disebut regenerasi, atau "kelahiran baru."

Ini baru merupakan permulaan kehidupan baru di dalam Kristus yang demikian indah. Untuk memperdalam hubungan ini, Saudara harus:
1. Membaca Alkitab Saudara tiap hari agar dapat makin mengenal Kristus.
2. Berbicara kepada Allah tiap hari di dalam doa.
3. Memberitahu orang lain tentang Kristus.
4. Menyembah, bersekutu, dan melayani bersama orang-orang Kristen lain di gereja di mana Kristus diberitakan.
5. Sebagai duta Kristus di tengah dunia yang dilanda pelbagai kebutuhan ini, tunjukkanlah kehidupan baru Saudara melalui kasih dan perhatian Saudara kepada orang-orang lain.